Sunday, May 3, 2020

Gak Enaknya Jadi Mahasiswa Tingkat Akhir Ditengah Pandemi


Tentu saja tidak bisa dipungkiri ditengah pandemi ada sejuta harap membentang bagi mahasiswa tingkat akhir. Dimulai dari lancar bimbingan skripsi/tugas akhir, penelitian, ujian akhir hingga sampai dengan proses yudisium. Tapi semua harap runtuh seketika ketika negara api pandemi menyerang.

Yang tadi rencana, strategi yang telah disusun dengan matang semua buyar hilang ditelan hiruk pikuk ketakutan akibat wabah pandemi.

Semua hanya bisa pasrah, sabar, serta ikhtiar untuk menerima kenyataan. Kenyataan yang belum ada apa-apanya dibandingkan kenyataan setelah yudisium, yang ternyata ijazah S-1 masih belum cukup dan tidak ada apa-apanya. Terdengar sedikit pesimis mungkin, tapi ini lah adanya.

Didalam kesusahan pasti selalu saja ada kemudahan, dan benar saja berbagai kemudahan-kemudahan datang, seperti diberikannya subsidi kuota data internet, bimbingan, seminar, ujian via daring, dan atau bahkan ditiadakannya skripsi yang diganti dengan review/publish jurnal.

Tapi tentu saja kemudahan-kemudahan yang diberikan membikin diri menjadi terlalu nyaman, tentu harus ada usahanya juga dong, masa iya sudah diberikan kemudahan masih males-malesan ngerjain skripsinya. Sudah diberikan pisang satu tandan malah minta dibikinin kolak pisang, haduuh.

Menjadi mahasiswa tingkat akhir ditengah pandemi sendiri merupakan sebuah bentuk survival yang memiliki tantangan tersendiri. Bagaimana tidak, ada sebagian mahasiswa yang masih terjebak di kosan dan dilarang pulang kampung, sudah jatuh tertimpa tangga pula, sungguh berat perjuangan. Aapalagi ditambah sedang menjalankan ibadah puasa, tentu rasa kangen tak tertahankan untuk keluarga besar dirumah apa lagi masakan ibu, huh, sungguh sulit dibayangkan.

Namun meski demikian saya tetap bersyukur karena masih bisa merasakan kehangatan menjalani puasa dirumah bersama keluarga. Karena beberapa waktu yang lewat telah menyelesaikan magang internship disalah satu perusahaan tempat saya tinggal.

Yah, apa mau dikata semua tetap harus dijalani. Walaupun terhambatnya penelitian, bimbingan, ujian serta yudisium di tahun ini, semua musti patut disyukuri dan terima dengan lapang dada.

Semoga untuk kedepan wabah cepat berlalu dan semua berjalan normal kembali. Hingga nantinya semua target, rencana, dan segala bentuk harap-harap yang gagal dapat segera terpenuhi. 

Monday, April 27, 2020

Kalau bisa beli sendiri kenapa harus debeliin?


Beberapa waktu yang lewat pemerintah telah mewacanakan program baru bagi masyarakat indonesia yang tidak memiliki pekerjaan tetap yakni sebuah kartu yang beriisi uang, ya uang anda tidak salah dengar. Tentu ini sebuah kabar bahagia bagi penduduk indonesia termasuk saya yang ngarap-ngarap juga.

Program ini juga sempat menjadi perbincangan hangat bagi sebagian besar masyarakat, namun yang menjadi pertanyaan besar bagaimana cara pemerintah membayar gaji pengangguran sedangkan hutang negara sendiri malah bartambah banyak. Tentu saja tak habis pikir dibuatnya.

Namun sebagai warga negara yang baik tentu saja saya harus tetap berpikir positif dan turut mendukung program ini dengan semestinya. Tentu saja ini menjadi kabar bahagia untuk kita semua —jangan sambil nyanyi— yang memiliki budget minim untuk berhujat. Eh, maksud saya minim quota.

Ternyata wacana tersebut bukanlah bualan belaka karena kemarin telah launchingnya situs prakerja pemerintah yang digadang-gadangkan. Semua media baik berita di tv, maupun daring terus mempromosikan program tersebut.

Masyarakat tentu saja Antusias dan berharap untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi, apalagi pengangguran millenial. 

Bak kuaci dibelah isinya zonk, ternyata dana bantuan yang diberikan bagi para pengganguran yang digadang-gadangkan tak bisa dicairkan dan hanya sebatas voucher, dan hanya bisa digunakan untuk membeli kursus yang telah disediakan pemerintah. Tentu ini masuk akal juga mengingat nantinya uang akan disalahgunakan dan tidak digunakan dengan semestinya.

Tetapi yang tidak masuk akal harga kursus online yang ditawarkan pemerintah lebih mahal dari tempat penyedia kursus berbasis daring lain. Coba dicek diwebsite sebelah sperti udemy, fiverr learn, coursera dan macam-mcam online course lainnya, harga yang ditawarkan relatif lebih murah dibanding harga yang pemerintah tawarkan.

Apalagi ditengah pandemi ini semua orang atau bahkan hampir diseluruh belahan dunia menerapkan sistem work form home, dan mengingat ekonomi juga sedang sulit. Tentu ini bisa jadi ajang perlombaan bagi para penyedia kursus online untuk memberikan harga terbaik.

Tetapi apa mau dikata ini lah pemerintah, sudah sewajarnya kita mau tak mau harus memaklumi pemikiran elit-elit kuasa yang ternyata  pengertian 4.0 bagi mereka hanya sedangkal itu. Jika pemerintah memberikan bantuan dana prakerja berbentuk voucher dengan harga kursus selangit, kenapa harus dibelikan, kalo beli sendiri dengan harga jauh lebih murah.

Saya berharap semoga pemerintah lebih bijaksana lagi dalam merencanakan program dan menggolontarkan dana yang tidak sedikit tersebut. Tentu nantinya dana anggaran tersebut dapat disimpan untuk membayar hutang negara syukur-syukur juga kalau bisa dapat membantu memberikan bantuan sembako bagi masyarakat yang membutuhkan agar lebih merata di tengah wabah pandemi ini, dari pada membuang-buang uang untuk hal yang saya rasa hanya sia-sia.

Thursday, January 9, 2020

Dijatuhkan Sebelum Meninggi

Dijatuhkan Sebelum Meninggi
Kemarin senin merupakan hari yang saya tunggu-tunggu. Setelah segala persiapan dan bahkan rela tak pulang ke kampung halaman. Akhirnya saya di acc seminar oleh dosen pembimbing setelah beberapa kali menghabiskan ratusan kertas.

Ada sebagian drama yang mungkin terdengar pelik. Baik dari dosen pembimbing mau pun dari dosen peninjau. Untuk dosen pembimbing, okelah aman, karena sudah sering bertemu. Dosen peninjau, nah ini yang tak habis fikir dan membuat saya sedikit kesal.

Jadi hari dimana saya melangsungkan seminar proposal dosen peninjau A tak datang dikarenakan ada rapat. Dosen pembimbing dan dosen peninjau B tetap datang, walau dosbing masuk sebentar dan kemudian keluar. Sebagai gantinya dosen peninjau B tetap didalam.

Singkat cerita seminar berakhir tepat pukul 11.15, setelah berbagai macam kendala yang telah saya lalui. Tak lama 20 menit setelahnya dosen peninjau A telah selesai juga dengan rapatnya. Berniat langsung ingin menemui beliau namun saya urungkan karena waktu sudah terlalu mepet dengan istirahat. Akhirnya saya putusakan setelah isoma (Istirahat, Solat, Makan).

Nah, penghakiman dimulai setelah saya memasuki ruanga beliau, aura intimidasi mulai terasa mencekam memenuhi seluruh ruangan. Ketika beliau memulai berbicara dan mengajukan beberapa pertanyaan terkait skripsi, diawal masih bisa terjawab oleh saya namun lambat laun saya merasa berada disebuah roller coaster yang membikin kepala berputar-putar. Ntah, saya yang lelah emosi dan mental karena seminar sebelumnya atau emang saya yang agak sedikit bodoh. Saya harap mungkin tidak pada opsi kedua, hehe~

Hingga akhirnya kurang lebih selama satu jam saya berada di dalam ruangan, setelah keluar saya bingung apa yang sebenarnya yang dibacarakan didalam barusan. Setan alas memang, hingga saya pulang ke kosan hanya satu yang saya rasakan kesal membatin.

Sempat bertanya - tanya pada diri sendiri apa yang sebenarnya terjadi, hingga pada akhirnya satu kesimpulan yang saya ambil "Menjatuhkan seseorang merupakan kenikmatan bagi pecundang berpangkat agar dapat merasa tinggi".

Wednesday, September 25, 2019

Berdemonstrasi


Menurut peraturan UU No 9 Tahun 1998 pada Pasal 28 yang berbunyi:

"Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang."

Dan bentuk kegiatan berdemonstrasi dapat dituangkan melalui lisan, tulisan, dan sebagiannya secara demonstratif di muka umum.[1]

Akhir-akhir ini masyarakat indonesia sedang viral dan heboh terkait dengan tersiar kabarnya Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) yang membuat masyarakat baik offline/online, wibu, kpopers, introvert, kutu buku dan hingga para mahasiswa aktivis kampus yang geram geleng-geleng kepala. 

Kenapa Demikian?

Karena isi dari rancangan serta revisi dari UU tersebut yang dinilai sangat tak logis dan bahkan bertentangan dengan kaidah atau aturan dari dasar Negara Indonesia yang demokratis dan bahkan juga penindasan terhadap kaum perempuan indonesia.

Salah satu isi dari UU tersebut yakni pada draf RKUHP yang tercantun dalam Pasal 218-2020 tentang penghinaan terhadap presiden.[2]

Pada RKUHP terhadap hukuman pada orang yang menghina presiden membuat saya geleng-geleng kapala. Apa benar mengkirtisi presiden sampai-sampai harus dibui? Tentu saja ini bertentangan dengan dasar negara Demokrasi yang terbuka untuk terbuka menyampaikan pendapat dan kritik. Lah, gimana kalau dia baper? Yang tadi niatnya untuk mengkiritik agar beliau sadar dan ingat atas kesalahan yang dibuat, malah harus di bui karena tak tahan menerima kritik dari rakyatnya. Jika ini bakal memang disahkan, maka matilah Demokrasi.

Saya sebagai mahasiswa turun kejalan melakukan demonstrasi bersama kawan-kawan dari Universitas se-Kota Padang untuk berdemonstrasi serta menanyakan dan membawa aspirasi rakyat terhadap kebijakan nyeleneh dan diluar ambang batas dasar negara Demokrasi.

Tepat pukul 10:00 WIB sesuai yang dijanjikan mahasiswa masing-masing kampus di Sumatera Barat bergegas menuju kantor DPRD untuk berdemonstrasi. Massa sudah mulai ramai, berjalan memadati ruas jalan menju tempat dengan menggunakan almamater kebanggan kampus masing-masing. Dan[pada jam 11:00 WIB massa sudah mulai memasuki kantor DPRD untuk aksi demonstrasi.[3]

Dan jujur ini baru kali kedua saya ikut aksi demo, ntah apa yang membuat hati ini menjadi tergerak. Walaupun saya datang terlambat karena ada tanggung jawab yang harus lebih dahulu diselesaikan. Sesampainya saya dilokasi massa satu persatu sudah mulai meninggalkan tempat. Tetapi dilokasi tetap ramai. Memasuki lingkungan kantor, saya menyerobot masuk dari kumpulan rekan-rekan mahasiswa untuk masuk kedalam ruangan DPRD. Iya, kantor sudah berhasil disita mahasiswa. Setelah masuk dan melihat dengan seksama saya melihat banyak sekali orang rekan-rekan mahasiswa dari mulai duduk dikursi hingga berdisi diatas meja sambil menyanyikan yang mungkin indonesia raya. Suasana panas dan pengap karena kapasitas ruangan berlebih.

Sempat saya dokumentasikan saat saya berada didalam ruangan, namun hanya sedikit yang bisa karena mengingat kapasitas penyimpanan telepon genggam saya yang tak kondusif.


Saya kecewa dengan demonstrasi hari ini, bukan karena saya datang terlambat, tapi karena kondisi demonstran yang tak lagi kondusif karena sudah mulai agresif dan anarkis. Sempat saya bertanya kepada rekan-rekan demonstran terkait dengan kebijakan dan tuntutan kita pada hari ini apakah dipenuhi. Ternyata tuntutan dari mahasiswa sudah dipenuhi oleh salah satu Wakil Dewan, malahan tuntutan sudah ditanda tangani dan langsung dikirim via pos dan menunjukkan bukti pengiriman kepada para demonstran.

Saya pikir karena tuntutan sudah dipenuhi rekan-rekan demonstran bubar dan meninggalkan lokasi, tapi apa yang terjadi mereka masuk kedalam kantor dan membuat rusuh dan anarkis, barang-barang dihancurkan, vandalisme, dan sebagiannya. Setelah mendapat jawaban tersebut dan sebelumnya sudah menanyakan ke beberapa kawan-kawan demonstran untuk kejelasan informasi agar valid, setelah didapat saya pulang dengan penuh kekecewaan.

Tuntutan sudah terpenuhi hasil tinggal menunggu. Jika tak puas dengan hasil mari diulang kembali orasi, ini tidak, malah membuat anarkis dengan penuh rasa percaya diri dan bangga.

Saya mendukung penuh untuk berdemonstrasi jika itu menuntut keadilan, menunutut aspirasi, dah hak-hak yang dirasa tak terpenuhi kepada pemerintah, tapi tidak pada anarkis. Bukannya diri ini sok suci, tapi dipikir dengan logika dan akal sehat tuntutan sudah terpenuhi dan bahkan dikirim langsung, lantas apalagi? Kenapa hati masih saja ada yang kurang, apakah demonstrasi selalu berujung anarkis dan berujung perusakan fasilitas, entahlah, mungkin kita sendiri yang dapat menilai.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Refrensi:
[1]https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt5837954be4c7a/ini-demo-demo-yang-dilarang#_ftn2
[2]https://tirto.id/daftar-pasal-kontroversial-dan-bermasalah-dalam-rkuhp-eiED
[3]Instagram: InfoSumbar

Tuesday, September 17, 2019

Setelah Ini Apalagi?


Setiap tahun baik di universitas negeri maupun swasta pasti selalu melaksanakan acara-acara besar dan salah satunya yaitu wisudah. Wisudah merupakan momen yang paling dinanti setiap mahasiswa tingkat akhir untuk menyelesaikan studinya.

Acara ini diadakan bahkan hingga sampai 4 kali yakni pada bulan maret, juli. september dan desember. Tentunya tidak selalu pada bulan-bulan tersebut, setiap kampus punya jadwalnya tersendiri. Namun di antara jadwal tersebut hanya pada bulan-bulan tertentu saja yang ramai, yakni pada bulan maret dan september, kenapa? karena merupakan jadwal akitf kuliah civitas akademika.

Nah, bertepatan dengan bulan september ini, di kampus saya sedang melaksanakan acara wisudah yang terbagi menjadi 3 hari yakni sabtu s/d senin. Dan khusus untuk wisudawan fakultas teknik dilaksanakan pada hari sabtu.

Dimanapun kampusnya fakultas teknik selalu ramai pada acara wisudah. Kekompakan, kekeluargaan sangat erat di sini karena itu lah wisudawan di arak secara heboh. Kehebohan tersebut mengundang simpatisan dari pihak keluarga wisudah yang datang. Mereka berbaris melihat arak-arakan yang dilaksanakan mahasiswa fakultas teknik. Ada yang merekam, berselfie ria dan juga melihat diam sambil menikmati arak-arakan.

Terkesan heboh, sudah pasti. Rusuh, jelas tidak. Karena ini merupakan arak-arakan kebahagiaan atas pencapaian setelah lelah berjuang dari skripsian hingga mencapai puncak penghargaan yakni diwisudah.

Ada pepatah mengatakan  Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. Ntah lah, siapa nama pepatah yang mencentuskan ini tapi yang jelas bagi sebagian orang ada yang setuju dengan perihal tersebut.

Namun salah satu penulis buku Rolf Dobelli dalam bukunya yang berjudul The Art of Thinking Celarly yang mengatakan bahwasanya mindset tersebut merupakan bias pikiran yang buruk, karena kenapa? apa iya setiap kebahagiaan harus selalu dilewati keburukan dulu? Tapi ntahlah, kita semua dapat menilainya sendiri.

Tapi yang jelas pada momen wisudah ini kita pasti setuju dengan kata pepatah. Eh, tapi ada baiknya perlu diingat setelah datang kebahagiaan akan ada fase dimana kita bingung atau bahkan stuck dan berpikiran, setelah ini ngapain lagi?.

Setelah ini Apalagi? Tentunya ini merupakan pilihan hidup pribadi. Ada banyak opsi yang dapat dipilih, ntah itu menikah dulu baru kerja atau sebaliknya, bebisni, lanjut S2 atau bahkan nge-ojol. Namun yang pelan tapi pasti, fase ini akan datang dan hingga kondisi membuat diri harus segera memilih.

Saya pribadi ingin mengucapkan selamat atas gelar sarjananya para wisudawan/ti. Semoga dengan ilmu yang dituntut dapat membuat akal pikiran tidak mati setelah ini. Karena ijazah merupakan bukti bahwa diri pribadi pernah sekolah, tapi tidak untuk berpikir. Do'akan saya menyusul tahun depan. Setelah ini apalagi? Saya harap pribadi sudah memilih.


Tuesday, August 6, 2019

Listrik Padam Atau Mati Lampu?

Hebohnya pemadaman listrik masyarakat di pulau jawa yang terjadi baru-baru ini ,khususnya di jabodetabek menjadi hotline news sepanjang hari. Ini tentu saja banyak menimbulkan kerugian  setelah tidak punya uang untuk membeli kuota dan nyinyirin orang, eh listrik malah padam.

Pemadaman listrik yang terjadi di jakarta dan daerah sekitarnya sempat menjadi trending topik di Twitter, kenapa? karena pasalnya pemadaman listrik yang terjadi itu memakan waktu kurang lebih hampir seharian penuh.

Jika dipikir-pikir masa sih, daerah dengan penduduk terpadat di indonesia dan juga sebagai pusat pemerintahan dan juga industri ini bisa juga terjadi pemdaman listrik. Ini sebuah penghinaan yang mendalam terhadap ibukota. Pasalnya tentu saja dengan terjadinya pemadaman listrik ini sangat merugikan masyarakat perkotaan. 

Masalah pemadaman listrik tentunya tidak hanya menjadi masalah satu aspek saja dan bahkan menimbulkan masalah-masalah baru. Mulai dari matinya aliran air pdam hingga menyebabkan ikan koki piaraan mati, hingga yang paling pelik menyebabkan kebakaran rumah.

Dan tentu saja akibat dari pemadaman listrik yang terjadi ini gawai pun juga jadi ikut-ikut padam. Sebagai generasi millenial yang eksis dan kreatif dalam perpanjatan sosial, tentu saja ini benar-benar merugikan. 

Namun yang jelas pemdaman listrik ini bukanlah hal pertama yang terjadi. Tepatnya pada 18 agustus 2005, listrik sempat padam dari jawa hingga bali, karena hal tersebut kerugian yang ditimbulkan cukup membuat hati meringis karena uang kerugian belum tentu sama dengan lambe serta gayamu yang selengek-an itu.

Bahkan sampai kagetnya pemadaman yang terjadi pada tahun 2005 ini, sempat berhembus kabar bahwasnya kejadian ini ada hubungannya dengan aksi terorisme. Walau ini cuma sekedar isu belaka tentu membuat ke-parnok-an masyarakat, serta pemerintah menjadi ketar-ketir dan bikin ruwet dan mumet karena kejadian ini.

Bukan indonesia namanya kalo segala sesuatu yang terjadi nggak dikomen-in. contohnya di meme salah satu ini:

Jelas ini sedikit mengundang tawa perihal pemdaman listirik yang terjadi. Walau presiden jokowi sudah menetapkan secara sah pemindahan ibu kota ke kalimantan, tentu saja jakarta akan ditinggal dengan sejuta kenangan dan menjadi mantan—asal jangan jangan tambah cantik aja kalo ditinggalin, takutnya jadi nyesel.

Sebenarnya pemadaman listrik bagi sebagian masyarakat yang tidak tinggal dikota, itu justru biasa-biasa saja. Iya, biasa-biasa saja karena sampai biasa malahan kalo dalam seminggu listrik tidak pernah padam patut dicurigai. Mungkin masyarakat jakarta harus terbiasa dengan kejadian ini.

Tapi yang jelas namanya bukan mati lampu, tapi... Pemdaman listrik. Ingat dan camkan. Karena dengan adanya pemadaman listrik membuat lampu dirumah tidak bisa menyala. Kecuali lampu mobil, lampu motor atau lampu-lampu lain yang punya sumber dayanya masing masing, eh, hape juga ding kalo punya power bank, hehe.

Friday, June 21, 2019

Kisruhnya Sidang MK Yang Membutuhkan Hiburan Guna Mencairkan Suasana


Beberapa waktu lalu — dan juga baru-baru ini — indonesia sedang dalam masa yang bisa dibilang masih cukup memanas walaupun kedepannya akan tetap dan terus memanas karena bahan bakarnya ada dimana-mana.

Bukan indonesia namanya kalau perihal berbeda pilihan atau bahkan hal yang sangat sepele tidak untuk di perdebatkan. Karena apapun itu setiap orang punya persepektif yang tentunya masing-masing pribadi berbeda dan harus dijelaskan sampai-sampai urat leher pun ikut keluar yang tentunya agar bisa dipahami orang lain yang berbeda pendapat.

Seperti yang bisa dilihat dimana-mana di media cetak,online atau bahkan sosial banyak sekali berita trending dan viral tentang masalah politik akhir-akhir ini. Yah, karena tentu saja ini tahun politik di negara +62 ini.

Tentu saja yang paling mencolok setelah pesta demokrasi yakni tentang penetapan siapa yang bakal jadi presidennya. Dan disinilah tugas mahkamah konstitusi untuk menetapkan siapa yang nantinya berhak dan bakal memimpin.

Namun proses penetapan siapa yang bakal memimpin. Heh, tidak semudah itu esmeralda. karena faktanya ada banyak tuntutan dari pihak yang bisa dibilang kalah, tak terima akan hasil tersebut. Tentu saja ibarat ijabl qabul selama kata 'Sah' masih samar kesempatan untuk menikung tetap saja bisa terjadi. Sama halnya juga dengan ini selama keputusan belum sah dan ditetapkan, hmm, apapun itu usaha untuk tetap menang harus diwujudkan sampai terjadi.

Dalam proses sidang penetapan tersebut yang notabene dengan memakan waktu yang terbilang cukup lama dan tentu saja dengan suasana serius yang dibalut dengan suasana tegang penuh emosi dan tentunya saja bikin ngantuk. Tentu saja membutuhakan sedikit hiburan untuk mencairkan suasana, yah, walaupun sulit sih. Tapi, kalo emang niat bisa sih, bikin lawakan untuk mencairkan suasana.

Tapi karena tidak suasana tidak mendukung untuk membuat lawakan dan juga kurangnya orang yang berkompoten salama sidang berlangsung maka seperti yang kita lihat dalam proses sidang tersebut ada banyak sekali lawakan sangat natural yang keluar selama proses sidang berlangsung. Mulai dari tingkah lucu saksi ahli hingga tim kuasa hukum yang merupakan fans berat komik marvel sampai-sampai mengundang ghost rider masuk kedalam sidang.

Mungkin nanti kedepannya model lawakan-lawakan natural seperti ini harus dibikinkan kurikulumnya karena sangat dibutuhkan di dunia politik indonesia biar tidak teralalu protokoler. Dan juga bisa diterapkan di perkuliahan supaya nantinya mahasiswa-mahasiswa yang kadang kerjanya suka molor dan bahkan titip absen lebih betah beralama-lama di dalam kelas. Sebelum mereka terjun kedunia politik—itupun kalo mau.

Jadi ada baiknya mulai sekarang jika ada hal-hal kisruh yang terjadi seperti ini, baiknya mengundang orang-orang yang berkompeten dibidangnya agar kedepannya suasana yang memanas dapat dicairkan secara natural. Tapi kalo ke pingin menghemat budget yah, dibikinkan kurikulumnya, hihi —eh, tapi bikin kurikulum ngeluarin budget juga kan.

Saturday, May 18, 2019

Kesialan Dibalik Keberuntungan


Hari ini tepatnya selepas maghrib di salah satu mesjid dekat tempat saya kos sedang diadakannya acara buka bersama. Sontak jiwa-jiwa anak kos sejati pengejar gratisan muncul untuk menghadiri acara tersebut.
                 
Setelah mandi dan prepare saya langsung menuju masjid untuk mengikuti acara buka bersama. Jarak dari kosan saya ke mesjid yakni kurang lebih yah, sekitar 700 meteran. Hitung-hitung olahraga yah, saya jalan kaki menuju mesjid.
                
Kira-kira berangkat dari kosan pukul 18:05 wib dan sampai di mesjid tepat 8 menit sebelum waktu berbuka puasa. Disana saya sudah bertemu dengan rekan – rekan kuliah, perantau, sekaligus pencari makan gratisan —yah, namanya juga anak kos.
                 
Kami pun mencari tempat duduk yang ada makanannya  kelihatan paling enak —walaupun sama aja sih sebenernya—  dan setelah itu  kami duduk bersebelahan sambil bercerita sambil menunggu adzan maghrib tiba. Setelah acara dibuka dan pemberian kata sambutan dari ketua panitia buka bersama dan dilanjutkan iringan adzan maghrib kami pun menyantap hidangan yang telah disediakan untuk membatalkan puasa.
                 
Setelah menyatap menu bukaan ringan dilanjutkan dengan solat maghrib. Saya pikir setelah solat maghrib acara selesai. Sontak saya buru-buru jalan pulang ke kos untuk makan nasi karena masih terasa lapar, hehe.
                 
Selang jarang kurang lebih 100 meter sampai di kos. Saya dengar pengumuman yang diumumkan melalui pengeras suara masjid bahwasanya akan dibagikan nasi bungkus.

Sontak keluar celetukan “ bangke ada nasi bungkus rupanya” sontak diri ini mau jalan balik ke mesjid lagi hanya demi dapat nasi bungkus, tapi jarak sudah nanggung sampai kos yah,sudah lanjutkan pulang ke kos. Dan saya yakinkan diri mungkin belum rezeki. Walaupun agak nyesek juga sih dikit, tapi tak apalah yang penting udah dapat gratisan diawal, hehe —dasar anak kosan.

Monday, April 15, 2019

Pengalaman Tukar Buku Rusak Di Gramedia


Kurang lebih sekitar hampir satu bulan ini saya tidak ada berkunjung ke toko buku, biasanya 4 minggu sekali saya pergi ke toko buku —eh sama aja— untuk menambah kelokesi buku bacaan saya. Minggu kemarin saya sempatkan diri untuk menyampangi salah satu toko buku yang ada di kota padang yaitu gramedia.

Dari kosan menuju toko buku gramedia kurang lebih,yah,sekitar 20 menitan lah. Sesampainya ditempat saya memakirkan kendraan saya di tempat parkir —ya iyalah tempat parkir— saya langsung melangkah masuk ke toko buku.

Tepatnya di lantai dua —tempat buku pengetahuan, ilmiah, dll— dan tiga —untuk novel dan komik— berbagai macam koleksi buku yang dijual mulai dari best seller hingga antah berantah sekalipun. Namun tetap bagi saya pribadi tetap mengapresiasi mereka para penulis yang telah berkarya melalui buku.

Saya berkeliling dari rak ke rak dari sudut ke sudut, namun ada satu karya yang memikat hati dan juga menjadi incaran saya yakni sebuah novel karya J.S. Khairen dengan judul "Kami (Bukan) Sarjana Kertas". Sebenarnya saya sudah lama mengintai di istagram penulisnya namun apa daya waktu itu tak ada niatan hati untuk meminang karyanya.

Dan sekarang tanpa fikir panjang pada saat itu juga saya pinang novel karangannya. Alasan saya meminang buku ini yakni  saya tertarik dengan testimoni dari yang sudah membacanya,  dan juga judulnya yang membuat saya tertarik karena dengan sikon saya saat ini, dan tentang perihal pertanyaan-pertanyaan yang menghantui pikiran saya, mau apa saya ketika kelak sudah jadi sarjana.

Singkat cerita telah saya kupas habis buku ini hanya berjarak 6 hari setelah pembelian, dan ketika sudah berada dibab terkahir, betapa terkejutnya saya ternyata ada beberapa halaman kosong yag terdapat didalamnya, sontak tanpa pikir panjang saya langsung bergegas untuk menukar dengan yang baru.

Sempat awalnya pesimis apakah buku ini bisa di tukarkan dengan yang baru dan juga buku ini sudah dicoret-coret, tetapi dengan bermodal keyakinan dan juga saya masih menyimpan struk pembelian saya langsung berangkat.

Setelah sampai saya langsung menuju costumer service untuk menanyakan apakah buku tadi bisa diganti dengan yang baru, mbak-mbak costumer service sempat kaget dan juga sempat memberikan pernyataan sepertinya buku ini tidak bisa di ganti karena sudah dicoret. Saya sudah pasrah waktu itu, namun mbak-mbak tadi coba menelpon ke manajernya dan ternyata, jreng-jreng, buku bisa di tukar. Dalam hati saya bersyukur ternyata buku masih bisa ditukar. Dan mbak-mbak nya tadi juga bilang kesaya untung cepat datang, karena waktu penukaran sudah hampir habis dan seperti syarat penukaran yang tertera. 

Fyi untuk penukaran buku maksimal 7 hari setelah pembelian.

Saya sadar keberuntungan masih berpihak kepada saya,hehe. Mungkin lain kali, ketika mau membeli buku lagi harus cepat-cepat di baca sampai habis agar ketahuan kalo ada halaman yang rusak atau cacat,hehe —kemarin juga nggak sempat cek dulu, karena buku masih dalam plastik saya pikir aman-aman saja.

    

Beberapa halaman buku kosong.

Sunday, April 14, 2019

Bertemu Kakek Veteran Perang Ketika Travelling


Hari rabu tepatnya tanggal 3 april kemarin bertepatan dengan libur isra mi'raj saya melaksanakan perjalanan solo tavelling ke luar pulau sumatra menuju pulau jawa atau tepatnya ke tangerang. Kurang lebih sekitra 20 tahun saya hidup baru kali ini saya melakukan perjalanan terjauh seorang diri ke pulau jawa.

Perjalanan yang saya tempuh melalui jalur darat lebih tepatnya menggunakan bis antar kota antar provinsi—karena tiket peswat lagi mahal, jadi naik bis. Start perjalanan dari kota padang menuju jakarta atau tepatnya ke tangerang.

Bukan tanpa tujuan saya kesana selain solo travelling saya juga ingin menjalin silatuhrami dengan kerabat yang ada di tangerang dan juga mencari  jodoh —siapa tau ketemu hehe . Perjalanan menggunakan bis memakan waktu kurang lebih sekitar 2 hari 1 malam dari kota padang menuju tangerang.

Ada banyak cerita dalam perjalanan menuju kota tangerang. Mulai dari bertemu dengan kakek seorang veteran perang, seorang ibu dengan cucu kesayangannya hingga bapak-bapak dengan tawa yang khas sehingga menghibur seluruh penumpang bis yang ada di dalamnya.

Berbicara tentang seorang kakek mantan pejuang, saya sempat mengobrol sedikit berasamanya terkait cerita tentang masa-masa perjuangan indonesia dulu.

Dari cerita yang saya tangkap beliau dulu ketika ikut berperang melawan belanda dan jepang, beliau hampir saja terbunuh oleh salah satu dari tentara dari pasukan penjajah, namun karna nasibnya baik tak sempat ia  menyarangkan peluru di badannya, namun kebalikannya beliau lah yang dapat melumpuhkan—sempat saya merinding ketika beliau bercerita— tentara tersebut.

Saya merasakan hal yang berbeda ketika mendengar beliau bercerita tentang kisah perjuangan beliau yang terlibat langsung. Benar-benar sebuah keberuntungan dan kehormatan bagi saya pribadi bisa mendengar cerita tersebut.

FYI (for your informations) kakek ini sudah berusia 99 tahun atau lebih tepatnya beliau lahir pada tahun 1920 sebelum indoneisa merdeka, wajar saja ia ikut bergerilya dalam peperangan indonesia melawan penajajah.

Namun ada kisa pelik dan saya tak habis fikir, kenapa?, karena kakek ini berpergian sendiri menuju ibukota tanpa di temani anak-anaknya, apa lagi selama perjalanan beliau dengan keterbatasan pendengaran

Saya sempat menanyakan tujuan kakek ini ke ibukota dan dia bilang ingin bertemu anak-anaknya, tadinya saya ingin mengantarkan kakek ini ke tempat yang beliau tuju, namun karena tujuan saya dan beliau berbeda dan juga ini baru pertama kali saya ke ibukota, maka tak sampai lah niat saya.

Setelah saya tanya sana-sini ke beberapa penumang yang ada di bis untungnya ada salah seorang penumpang dengan tujuan yang sama dengan kakek ini, dan siap membantu serta mengantarkan beliau ke tempat tujuan.

Ini certia yang dapat saya sampaikan, memang tak bisa dipungkiri sejatinya selama diperjalanan ada banyak pengalaman yang tak terlupakan yang saya dapatkan mulai dari bertemu orang asing, saling mengenal, bercerita, dan masih banyak lagi yang ingin saya tulis tentang kisah perjalanan ini. Next time untuk solo tavelling yakni ke kota istimewa yang ada di indonesia.

Kakek Rustam Veteran Perang

Kartu Anggota Veteran


Saturday, March 16, 2019

Cobain Minum Susu Whey Protein


Untuk mendapatkan fisik yang prima serta menjaga kesehatan selain dari makan makanan yang sehat, harus ada aktivitas yang mendukung yakni berolahraga. Berolahraga sendiri merupakan salah bentuk aktifitas fisik yang dilakukan untuk membuat tubuh bergerak aktif sehingga menghasilkan keringat.

Nah, dalam berolahraga kita dianjurkan memakan makanan yang kaya akan protein tinggi, contoh seperti ikan, daging, telur, dan lain sebagiannya. Jika kita terlalu ribet dalam menyajikan makanan, sekarang sudah dipermudah dengan adanya susu yang proteinnya tinggi, yang biasa disebut dengan whey protein.

Bagi para fitness mania pasti sudah tahu apa itu whey protein. Biasanya para atlet menggunakan susu whey protein sebagai nutrisi penunjang dalam olahraga angkat beban. Kandungan yang terdapat pada susu whey protein itu kurang lebih sekitar 27-30 gr per 4 scoopnya.

Akhir-akhir ini saya mencoba untuk melakukan olahraga angkat beban di salah satu tempat kebugaran yang ada di kota saya tinggal. Karena dari beberapa artikel yang saya baca di internet kandungan yang terdapat dalam susu whey itu tinggi, jadinya saya berkesempatan untuk membeli susu itu sebagai penunjang saya berlatih di gym—maklum anak kosan makan suka sebarangan.

Tepatnya kemarin pada hari senin, saya membeli susu whey secara online di salah satu toko online. Selang satu hari setelah pemesanan, paket pun tiba di tempat. Saya pun membeli susu whey tersebut dengan rasa coklat, sesuai dengan rasa kesukaan saya.

Saya tidak langsung mencoba susu tersebut ketika datang, saya baru bisa mencoba susu tersebut keesokan harinya setelah habis olahraga di gym. Karena menurut beberapa riset yang saya baca meminum susu whey yang baik pada saat selepas bangun tidur atau sehabis berolahraga. Jadi saya putuskan sehabis berolahraga saja.

Setelah selesai berolahraga saya coba minum susu whey tersebut. Dalam pikir saya pasti susu ini enak apalagi rasanya coklat. Tetapi saya salah ternyata susu ini tidak berasa malahan agak pahit, dan bahkan susunya agak-agak kental. Awalnya saya enek bahkan mau hampir muntah meminumnya, tetapi setelah saya pikir-pikir jikalau saya muntah saya merasa sangat merugi—keluar mental hemat anak kosan.

Jadi susu whey bukanlah sebuah produk susu pada umumnya, apalagi kandungan yang terdapat didalamnya lebih banyak protein ketimbang susu lain. Dan ditambah lagi soal rasa yang bisa dibilang enggak enak, bagi orang awam seperti saya yang baru merasakan susu tersebut.

Tapi inilah tantangan yang harus dihadapi kalo mau punya badan ideal dan bagus kayak bang ade rai—harapannya sih gitu— biar lebih keliatan maco dan perkasa, dan disukai banyak wanita. Disukai wanita yah, bukan gender yang lain.

Sumber Foto Dari Penjual Di OlShop

Monday, February 18, 2019

Ngoceh Tentang Pendidikan Di Indonesia




Lima hari yang lalu tepatnya tanggal 13 february 2019 di salah satu diskusi grup WhatsApp saya, yang sedang membahas tentang guru pembaharu. Nah, salah satu pembahasannya tentang “Guru Harus tahu Perkembangan Peserta Didik Dirumah dan Diluar Sekolah”. 

Pada sesi pembahasan tersebut salah seorang dosen bercuit tentang bahwasanya sebagai calon seorang guru nantinya kami dituntut harus mampu melihat perkembangan peserta didik, dengan maksud agar nantinya lahir guru-guru pembaharu bagi para siswanya dan juga tentunya mengerti dengan kondisi perkembangan siswa tersebut.

Dari cuitan tersebut saya merasa tidak setuju tentang apa yang dibahas, saya pikir masa sih, saya nantinya yang katanya bakal jadi calon guru—karena saya berkuliah dibidang pendidikan vokasi. Harus mampu melihat perkembangan para siswanya dirumah maupun diluar sekolah, apa iya tugas guru seribet seperti itu tanya dalam benak saya. Nah, karena rasa penasaran, saya pun ingin mendapatkan penjelasan dari dosen tersebut. 

Seperti inilah pertanyaan yang saya ajukan:
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2254117631265406&set=pcb.2254117657932070&type=3&theater
Sumber foto diambil di facebook salah satu dosen, dari chat grup yang capture.
Nah, tak lama kemudian saya diberikan penjelasan terkait dengan yang saya tanyakan, karena kebetulan didalam grup terdapat dua orang dosen, jadi saya serasa dikroyok, hehe. Tetapi tidak apa-apa demi ilmu pengetahuan. Seperti ini penjelasannya:







Setelah saya dapat penjelasan terkait dengan kenapa guru harus paham dengan perkembangan murid baik dirumah maupun diluar sekolah, saya tidak lupa pula untuk mengucapkan terima kasih.


         Ada alasan mengapa saya kurang setuju dengan dosen saya terkait dengan guru harus mangetahui perkembangan siswa dirumah maupun disekolah, karena dari beberapa artikel atau bahkan vidio—di channel youtube—yang saya tonton mengenai pendidikan, bahwasanya pendidikan di indonesia itu tertinggal 128 tahun dari negara-negara maju.

            Dan bahkan menurut Alfie Kohn salah satu penulis buku tentang pendidikan mengatakan bahwasanya menjadi guru bukan tentang apa yang diajarkan, tapi apa yang mereka pelajari, dan untuk mendapatkan pembelajaran yang benar siswa harus punya pilihan tentang apa yang dipelajari dan proses untuk mempelajarinya. Nah, untuk indonesia yang ingin mengejar ketertinggalannya maka pendidikan di indonesia harus fokus pada pembelajaran tersebut.
 
            Dan juga disalah satu buku karangan pramodya ananta toer ia bilang bahwasanya kaum terpelajar dari bangsa jajahan harus tahu kewajiban dan mengetahui kebutuhan negeri dan bangsanya sendiri.

            Nah, karena kita harus mengetahui apa kebutuhan kita, kita harus mencari tahu dan terus-menurus menemukan kesalahan-kesalahan apa yang kita dapat khususnya dalam proses belajar, sehingga nantinya ketika kita sudah mengetahui kesalahan-kesalahan tersebut tentu saja kita tidak akan mengulanginya. Sayangnya proses belajar seperti ini tidak semua orang ingin melakukannya, dan hanya mau yang instan.

            Mungkin memang kejam jika melihat kenyataan tetapi inilah adanya, kita harus mengakui bahwasanya kita tertinggal dalam bidang pendidikan, dan bahkan juga moral. Coba kita lihat siswa zaman sekarang ada banyak sekali berita tentang penganiayaan guru, dan bahkan memperlihatkan akhlak serta moral yang terbilang sangat kurang ajar dari siswa tersebut. Kalo begini siapa yang disalahkan apa iya juga guru.

            Apa iya harus sedetail itu guru harus tahu perkembangan siswanya, di indonesia sendiri ada banyak sekali guru tapi jika dibilang dari segi kualitasnya, saya rasa belum. Bahkan dalam Uji Kompetensi Guru (UKG) yang diprogramkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mencatat bahwasanya guru di indonesia tidak mampu memenuhi target nilai yang telah di tetapkan. Tentu saja ini bisa jadi acuan dari kita menilai kualitas guru di indonesia.

            Menurut saya pribadi jikalau dirumah orang tua-lah yang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap proses belajarnya khususnya pendidikan moral. Nah, dan juga siswa tersebut harus memahami dirinya sendiri terkait tentang ketertarikan bidang apa yang ingin dia pelajari, tentu saja ini masih peran orang tua untuk membimbing. 

            Dan mantinya ketika siswa sudah tahu tentang keterkaitan apa yang ingin dia pelajari barulah guru dapat membimbing siswa tersebut dengan baik dan benar, seperti yang dijelaskan oleh dosen saya dari pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan juga silabus. Setelah diberi arahan siswa sendirilah yang bertanggung jawab atas ilmu yang telah dipelajarinya di sekolah serta mengembangkannya.

            Jadi intinya kalo seorang guru harus tahu perkembangan siswanya baik dirumah maupun diluar sekolah, menurut saya itu tergantung. Kenapa tergantung? Yah, jikalau gurunya ingin tahu perkembangannya otomatis guru harus bekerja lebih agar nantinya guru tidak salah kaprah terhadap perkembangan murid-muridnya disekolah. Yang jadi pertanyaan saya adakah guru yang mau seperti itu?. Jika melihat kenyataan dari gaji guru sekarang, apakah calon-calon guru pembaharu mau melakukannya saya rasa tidak.


=====================================================================
 Sumber rujukan:
http://padangkita.com/sistem-pendidikan-indonesia-tertinggal-128-tahun-dari-negara-maju/
https://news.okezone.com/read/2015/12/30/65/1277618/rata-rata-nilai-ukg-di-bawah-standar
https://www.youtube.com/watch?v=7oztFMgK0jQ&t=337s
Ananta Toer, Prmoedya, 2006, Anak Semua Bangsa, Lentera Dipantara, Jakarta Timur.

Sunday, February 3, 2019

Penikmat Cinta Bergulir

Teruntuk kalian wahai penikmat cinta bergulir. Selamat, karenanya kalian tidak merasa jenuh dan bosan melewati hari-hari kalian. Karenanya hari-hari mu kian berwarna dan tentunya membuat-mu merasa berbahagia disetiap kesempatan.

Teruntuk penikmat cinta bergulir, nimatilah... Selagi itu ada dan membuat-mu lebih berbahagia dari yang lainnya. Namun, adakalanya kau harus berfikir ulang terhadap cinta bergulir-mu itu. Jangan kau gantungkan hasrat dan kebahagian-mu itu, pada kebahagian yang bisa dibilang semu.

Percayalah... Kebahagiaan yang kau rasakan dari cinta bergulirmu itu, bukanlah satu-satunya sumber kebahagiaan. Ada banyak tempat serta kesempatan untuk menemukan sumber kebahagiaan lain yang tentunya lebih kaya makna, rasa, serta kebahagiaan.

Teruntuk kalian yang sedang menikmati cinta bergulir, pastinya kalian tak-kan setuju jikalau ada sumber kebahagiaan lain, selain dari yang kalian dapatkan itu. Kalian mungkin bersikukuh bahwasanya sumber bahagia inilah sumber utama dari sumber-sumber kebahagiaan lain. Tak mengapa aku pun tak juga menyangkal apalagi menyalahkan apa yang kalian rasa.

Tapi yang jelas, teruntuk kalian penikmat cinta bergulir, cinta dan kebahagiaan semu yang kau rasakan kini tak selamanya terus bergulir. Karena itu bersiaplah untuk patah dan rapuh.

--------------------------
@febryanbp 

Padang, Februari 19

Tidak Penting

Terkadang setiap orang selalu banyak pertimbangan dalam sebuah masalah. Entah itu masalah pribadi atau hal-hal lain yang mungkin itu tidak penting.

Ketidak pentingan yang kadang suka terbayang-bayang dipikiran, kadang bikin kapala terasa panas dan berat dibuatnya.

Duh, ingin sekali rasanya merefresh ulang pikiran dari hal-hal yang sepatutnya tak penting untuk dipikirkan.

Tetapi apa daya tetep aja kepikiran juga, ya namanya juga manusia. Mungkin salah satu solusi untuk berhenti mikirin hal yang tak penting saya rasa nggak mikirin hal tersebut.

Bingungkan? Sama saya juga.

Monday, December 31, 2018

Lingkaran Kebingungan Yang Dapat Membuat-mu Jadi Goblok

Disetiap waktu atau disetiap kesempatan jika ada dua pilihan yang menghantui diri anda akan ada lingkaran kebingunan yang akan datang menghampiri anda. Dan tentu saja lingkaran tersebut membuat anda keliatan seperti orang goblok.

Kadang kebingungan tersebut dimulai dari hal-hal yang sepele hingga sampai ke hal-hal yang bersifat krusial, yang tentunya dapat membuat anda merasa goblok karenanya. Termasuk saya, terkadang saya juga merasa bingung terhadap apa yang saya pikirkan sendiri. Dan saya merasa goblok karenanya.

Tapi terkadang pikiran tersebut adakalanya dapat membantu saya sendiri atau mungkin anda dalam menentukan pilihan-pilihan yang lebih baik, sehingga nantinya dapat menguntungkan diri sendiri. Akan tetapi terlalu banyak mikir tanpa adanya tindakan nyata sama saja dengan bohong. Karena kenapa? yah sia-sia.

Sama hal-nya seperti apa yang sedang saya tulis ini, ntah pikiran dari mana sampai-sampai saya bisa menulis hal absurd yang tak ada faedahnya ini. Kalau ada manfaat bagi anda ambil, kalau tidak yah bodo amat. Karena saya sedang mencoba menuliskan kebingungan saya sendiri.

Di penghujung tahun ini ada banyak segelintir orang yang merencanakan liburan ke tempat-tempat mewah atau bahkan instagrambale. Lah saya bingung mau ngapain, ini liburan tapi saya tidak merasa ini sebuah liburan, duh sepertinya liburan akhir tahun ini saya hanya menikmati kebingungan dan kegoblok-an saya sendiri.

Saya hanya ingin mengucapkan selamat tahun baru selamat berlibur, dan selamat berkurang umur. Dan selamat atas munculnya resolusi-resolusi baru yang tidak ada habisnya, dan tentunya saja hanya sebuah resolusi dan hanya sebuah angan-angan agar bisa terwujud.

Sunday, December 16, 2018

Nongkrong Nggak Harus Melulu Soal Kopi

Bagi kaum millenial yang hits dan kekinian nongkrong merupakan sebuah keharusan yang harus dilakukan, apalagi pada saat sabtu malam. Ntah itu sekedar bertemu pacar, gebetan, atau bareng temen yang sama-sama #jombloprihatin. 

Di tongkrongan sendiri biasanya kawula muda yang hits dan kekinian selalu mencari tempat-tempat yang keren dan tentunya instagramable. Dan yang tempat yang paling sering di kunjungin yakni coffe shop. Di era sekarang, coffe shop sendiri sudah banyak menjamur dimana-mana. Karena tentunya bagi para pelaku usaha, ini merupakan peluang yang harus di maksimalkan.

Saya salah satu kawula muda diantara banyak kaum millenial yang keren dan instagramable, walaupun saya tidak se-keren dan se-instagramable kawula muda yang lain #hehe. Saya sendiri jarang keluar malam, namun di malam ini saya diajak oleh salah satu teman saya untuk pergi keluar untuk menikmati suasana sabtu malam #jombloprihatin. 

Saat keluar-pun kami juga tak tahu mau kemana, yah karena temen-temen saya ini juga sama seperti saya #jombloprihatin dan jarang nongkrong. Setelah ada perbincangan sedikit untuk menentukan tempat, kami empat #jombloprihatin merencanakan untuk nongkrong disekitar area kampus. Setelah sampai tujuan , eh.. ternyata yang saya duga benar, banyak sekali pasangan yang duduk berdua yang mempublikasikan kemesraan di area sekitar kampus untuk menikmati suasana sabtu malam. ‘Duh, nyesal saya pergi keluar’ –teriak dalam hati.

Kami ber-empat sempat hening sebentar, karena mungkin sama-sama lagi ngerasain ngenes-nya malam minggu nggak punya pasangan. Tak beberapa lama kemudian kami melihat salah satu teman kami juga yang sedang melintas didepan kami sontak dengan reflek kami memanggil teman tersebut. Dan tak lama dia menghampiri kami, dan berkata ‘ngapain?  kalian ngumpul disini? Dasar jomblo!’. Kata terakhir tersebut sontak membuat kami ber-empat sedikit naik pitam, dan salah satu dari kami ber-empat pun berkata ‘inilah efek klo tidak punya kaca dirumah’. 

Finally berkumpulah kelima jomblo yang haus dengan kasih sayang #haha. Dan teman kami yang baru datang tadi mengajak kami untuk mencoba salah satu tempat tongkrongan yang nggak kalah asik dengan coffe shop. Dan tentunya tempat ini tidak sekeren dan se-instagramable coffe shop.

Tempat ini seperti layaknya angkringan jogja, tapi karena disini padang, yah jadi angkirngan padang #haha. Setelah sampai ditujuan, kami disambut oleh pelayan dan diberikan pilihan menu. Di tempat ini tidak ada coffe, tentunya saja disini ada menu yang lebih spesial dari pada segelas kopi dan tentunya sangat populer bagi kawula muda kota padang yakni teh telur. Orang padang sendiri biasanya bilang ‘Teh Talua’ teh sejuta umat dan peminat yang ada di sumatra barat.

Disini kami bercerita dalam berbagai macam hal walaupun tak se-keren dan se-instagramable di coffe shop. Kami tau, kami tak pandai merangkai kata-kata bijak layaknya seorang pencinta kopi, tapi kami tahu rasa dan suasana selayaknya seperti para penikmat tongkrongan coffe shop yang highclass. Kami pun tahu tempat ini juga biasa-biasa saja, tapi kami menikmati setiap sruputan teh telur yang kami pesan sembari bercerita terhadap keluh kesahnya kehidupan sebagai seorang mahasiswa dan #jombloprihatin tentunya #haha. 

Jadi untuk nongkrong nggak melulu selalu soal kopi, terkadang secangkir teh telur pun juga oke. Karena kami para jomblo dan kami mahasiswa perantuan yang kepingin gaul juga walaupun dengan uang yang pas-pasan, jadi kami nongkrong sesuai dengan kelas kami dan tentunya ramah dengan isi dompet #hehe. 
Teh Telur Di Angkringan Padang.

Wednesday, December 5, 2018

Mengerjakan Tugas Dengan SKD (Sistem Kebut Deadline)

Mengerjakan tugas merupakan sebuah momok atau tanggungan yang harus dikerjakan oleh semua pelajar, termasuk mahasiswa. Menjadi mahasiswa, ada banyak tugas yang harus dikerjakan, apa lagi tugas tersebut dari dosen killer. Yahh.. kalo nggak dikerjakan ya bisa berabe (haha).

Banyak sekali mahasiswa yang mengeluh terhadap tugas yang diberikan karena sangking banyaknya, padahal menjadi mahasiswa sendiri, tugas merupakan suatu esensi yang sudah melekat didirinya. Ibarat makan ciki nggak pakai nasi, yah nggak kenyang (haha). Apasih nggak nyambung... (bodo amat).

Banyak dari teman-teman saya menggunakan sistem ini, namun terkadang saya juga menggunakannya. Jika belum mendekati deadline, yah.. nggak dikerjakan, jika deadline sudah menanti, barulah tugas harus segera di buat, jika tidak buat yah... bisa-bisa ditandain ama dosen, dan dicap pemalas. Dan paling parahnya lagi, bisa bisa ngulang tahun depan.

Sejatinya sendiri tugas merupakan suatu tanggungan yang harus dipenuhi sebagai mahasiswa, sama halnya dengan orang tua harus memenuhi tangungan anaknya.

Jadi kuliah lah dengan sebaik mungkin jangan malas-malasan (mengingatkan diri sendiri) , walaupun terakadang rasa malas, jenuh, dan kebelet nikah (ini parah) terkadang selalu menghantui , tapi yakin dan ingatlah orang tua di rumah, ada orang terkasih dan tercinta yang harus segera dibahagiakan, dan tentunya harus dapat membuat mereka bangga. Karena cari uang itu sulit. Iya.. sulit, sesulit cari jodoh yang syar'i kayak kamu... (eeaa).

Saya sih nggak masalah dengan sistem ini dan terkadang sering juga menggunakannya, karena sedikit tertantang dan terkadang memicu adrenalin yang dirasakan, saat menggunakan SKD ini (haha). Tapi saya sudah nggak menggunakan sistem ini lagi, biar hidup sedikit tertata (haha). Karena ada quotes bilang "Jangan tunda pekerjaan, Karena itu sama dengan menunda kesuksesan masa depan". #caripembenaran

No deadline, No challenging.



Sunday, November 4, 2018

Simulasi Menjadi Guru Dalam "Pedagogi Kejuruan"

Simulasi Menjadi Guru Dalam "Pedagogi Kejuruan"
Sebagian orang bilang menjadi Guru merupakan tugas yang mulia, dan sebagiannya lagi bilang bahwa menjadi Guru merupakan pekerjaan yang rendah. Saya mungkin termasuk sebagai orang yang berpendapat dari pernyataan kedua tersebut. Tetapi dengan seiring berjalannya waktu dan mulai sedikit memahami bagaimana 'Rasanya' menjadi seorang guru, fikiran tersebut mulai berubah.

Menjadi guru menurut saya (setelah simulasi) bukan lah hal yang mudah, kita dituntut harus bisa dan serta merta memiliki kompetensi, hingga harus mampu menguasai suasana kelas. Memang benar itu terdengar sepele tetapi ibarat kata pepatah nyleneh, 'untuk apa punya uang akan tetapi tidak bisa makan', nah seperti itulah kira-kira. Jika hanya teori tanpa adanya praktek maka sama saja dengan bohong. Akan tetapi pada kenyataanya memang sulit jika kita tidak siap, baik dari segi materi maupun mental. Jikalaupun sudah siap jam jika tidak latihan ataupun punya pengalaman berbicara didepan umum akan terasa risih.

Banyak orang meremehkan pekerjaan guru, termasuk saya juga. Bukan lah hal mudah jika kita tampil di depan umum, apalagi seorang introvert. Ibarat pilot harus punya jam terbangnya agar bisa profesional dalam mengendalikan pesawat. Sama juga seperti guru jika kamu tidak siap menjadi pusat perhatian maka kamu akan mengalami hal yang bahkan bisa membuat pingsan atau bahkan ngompol dicelana.

Tidak semua orang bisa dan sanggup berbicara didepan umum, dan bahkan ada orang yang lebih memilih mati dari pada disuruh berbicara didepan umum, apakah semengerikan ituka berbicara didepan umum. Ntah lah tapi yang jelas fakta tersebut memang benar adanya. Jika kita kaitkan ke dunia entertain bahkan reporter senior seperti mbak Najwa Shihab pun yang sudah bertahun-tahun yang berbicara didepan umum masih suka grogi atau nervous sebelum tampil.

Bagaimana dengan guru, yang bahkan dituntut harus mampu mentransfer ilmu serta pengalamannya, hingga bahkan harus mampu menguasai kelas yang diajarkannya. Ntah lah tapi yang jelas inilah yang saya alami, dan dari sini saya pun belajar untuk tidak meremahkan sebuah pekerjaan.

Dari simulasi itu saya bisa melihat gimana rasanya menjadi seorang guru, walaupun masih dalam konteks belajar, dan karena juga saya orangnya introvert dan ini jelas keluar dari zona nyaman saya. Maka dari itu saya ingin belajar lagi serta lebih mendalam lagi, bagaimana menjadi public speaker yang baik dan bagaimana menjadi seorang guru yang bisa menyenangkan para siswanya.

Walapun saya berharap dan tidak ingin menjadi guru dan saya ingin bekerja di perushaan besar yang berskala internasional, tetapi setidaknya saya belajar bahwa menjadi guru sekaligus public speaker bukanlah hal yang mudah, butuh pengalaman serta dedikasi dan jam terbang yang tinggi, agar mampu menjadi seorang professional sesuai dengan bidangnya. Dan saya harap para pembaca dapat menemukan nilai positifnya agar kita dapat belajar dari pengalaman yang nyatanya sepele tersebut.




Sunday, September 23, 2018

Indonesia Negara Kocak

Indonesia Negara Kocak
Jika kalian mendengar kata 'kocak', apa yang terbesit dalam pikiran kalian, mungkin dan yang pasti sesuatu hal yang lucu dan mengundang gelak tawa tentunya. Kenapa 'Indonesia Negara Kocak' menurut saya lucu aja, dari mana dapat dilihat lucunya, pertama mulai dari masyarakatnya, kedua dari sistem pemerintahan, dan yang terakhir ini yang paling kocak-para netijennya.'hahaha' #garingbatdah

Pertama kenapa masyarakatnya, karena yang kita tau masyarakat indonesia terkenal karena keanehan dan keanekaragaman budayanya, kenapa bisa disebut aneh. Aneh disini dalam artian beda dari yang lain. Kenapa beda dari yang lain karena masyarakat indonesia itu bukan tipe individualis, mereka sangat perhatian terhadap sekitar, enggak percaya? dengerin aja kalo ibu-ibu kalau lagi ngobrol, 'Eh... si anu kemarin jalan sama wanita lain di mall, padahal udah punya istri anak dua lagi', 'Eh... si anu baru beli mobil baru loh, mungkin hasil korupsi kas desa kali','Eh... anaknya si anu baru lulus kuliah, udah 3 bulan menganggur percuma aja sekolah tinggi kalo ujung-ujungnya cuma jadi pengangguran'. Nah loh kurang perhatian apa coba. 'hahaha'.
#kocakkoplak #yangterkhirkasian

Kedua sistem pemerintahan, 'hahaha' menurut saya ini yang paling kocak, kenapa karena hanya di indonesia kalau tabrak tiang listrik, kepalalu bisa benjol segede bakpao, terus langsung di opname dan masuk rumah sakit. Sekarang kalian tahu-kan kalau tiang listrik di indonesia itu menyeramkan. Nah ada lagi nih... hanya di indonesia maling masih bisa nyalon jadi anggota pemerintahan, apa nggak gerget dan kocaknya negara ini, mana nggak harus ribet ngurusin SKCK lagi 'hahaha'.
#kocakkoplak

Ketiga netijen indonesia adalah netijen yang paling benar dan tidak pernah salah lihat saja slogannya 'Maha Benar Netijen Dengan Segala Nyinyirannya'. Kalo kamu pengguna media sosial sejati pasti tidak asing dengan slogan tersebut, disetiap nyinyirannya mereka selalu benar, tidak ada yang tidak mungkin, dan setiap orang harus sempurna. Kalau kamu tidak masuk dalam keriteria atau tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan maka siapkan mental dan tenang-kan hati dan fikiran, karena kalian akan jadi bahan nyinyirannya, maka dari itu bersiaplah. Tapi terkadang jangan terlalu difikirkan karena terkadang dalam nyinyirannya terselip ke kocakkan yang akan mengocok perut anda nantinya. 'hahaha'.
#kocakkoplak #indonesiankocakcountry #indonesiakocak

Saturday, September 1, 2018

2019 Ganti Pola Pikir

2019 Ganti Pola Pikir

Setelah melihat kerjas keras Hanifan Yudani dalam pertarungan memperebutkan mendali emas pada event asian games 2018, kita tahu bahwasanya olahragra-lah tempat bagi sebuah kedamaian dan tempat pemersatu, yang bahkan membuat kedua negara yang bermusuhan pun sanggup menjadi satu demi tujuan yang sama, dan bahkan yang sampai saat ini viral kedua paslon presiden kita Bapak Jokowi dan Bapak Prabowo mampu dibikin adem ayem atas tindakan ekspresi bahagia yang tak tertahankan sehingga dapat merangkul para paslon yang pada setiap pendukungnya mengira mereka adalah musuh yang harus dikalahkan, dan merekalah terbaik dari yang terbaik.

Marilah kita semua mengubah pola pikir kita kearah yang lebih bijaksana dan positif, dan jika bisa hindarilah dan jahuilah segala bentuk pola fikir yang negatif sehingga dapat meurgikan diri atau bahkan dapat merugikan orang lain, yang mana masih suka menjatuhkan satu sama lain, menghina, mencaci, meremehkan, merasa lebih baik dari yang lain, dan bahkan parahnya lagi membunuh karakter seseorang. Manusia ini semuanya sama, tidak ada yang berbeda, dan yang paling penting semuanya spesial dan telah dianugrahi berbagai macam kelebihan dan kekurangan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Lantas apa gunanya masih membaggakan harta, pangkat, kekuasaan, jikalau kita masih saja membedakan-bedakan setiap orang, dan bahkan menggangap remeh seseorang. Dan ingatlah semua itu adalah titipan jadi jangan lah berbangga hati. Dalam ceramah Ustad Abdul Somad beliau berkata “Dunia ibarat setetes air, jikalau kau dapat janganlah kau merasa bangga karna yang kau dapat hanya setetes. Dan jikalau kau tidak dapat janganlah kau bersedih hati karna yang hilang hanyalah setetes.”
 Tiada manusia yang sempurna, dan tiada manusia yang bisa menjadi sempurna. Manusia telah ditakdirkan oleh Tuhan tempatnya khilaf, dan setiap kekurangan pasti ada kelebihan jadi bersyukurlah terhadap apa yang kita punya, dan janganlah saling menghina dan anggap remeh satu sama lain. Dan marilah kita ubah pola pikir kita dengan hal-hal yang positif agar kita kedepannya bisa merubah kearah yang lebih baik lagi nantinya. Karena merugilah seorang manusia hidup tanpa mengalami perubahan, karena dengan perubahan lah manusia bisa bertahan untuk hidup, dan dapat hidup dengan layak dan baik tentunya.

Oleh karena itu marilah kita sama-sama memberikan dukungan kepada siapa saja calon presiden yang terpilih nantinya, dan semoga yang terpilih nanti kedepannya dapat memajukan indonesia kearah yang lebih baik lagi. Serta menjadikan indonesia negara yang cerdas serta mampu bersaing dengan negara-negara maju dan super power nantinya.

Ingat! Ganti pola pikir dari sekarang, dan kurangilah nyinyir yang tak berkualitas, nyinyir boleh tapi berikan solusinya, agar dapat dijadikan masukkan untuk siapapun nantinya, siapapun presidennya indonesia harus bangkit serta menjadi sejahtera dan maju tentunya.

Salam Damai. Untuk indonesia Tercinta.
#2019gantipolapikir #indonesiabisa #indonesiamaju #indonesiabestcountry